Semua orang berjuang untuk memenuhi kebutuhanya dari berbagai aspek.  Sedikit dari manusia yang sadar kalau dunia adalah panggung nyata. Bagi kaum tertentu akan bedialog tetang masa depan dunia.  Bagi saudara ku di pelosok sana akan masih berpikir cukup makan hari ini saja.  

Teka -teki

Biasanya ku dengar sebuah alunan lagu. Musik di simak sampai akhir,  kosa kata menjadi mengikuti aluna musik. Sebagai pendengar ku nikmati sebagai penikmat yang menghargai karya pencipta lagu.  

Kali ini berbeda dengan sebelumnya. Satu lagu yang diberikan kepada ku untuk membaca hati mu.  Kau datang dari jauh untuk mencari tau siapa diri ku saat ini.  

Ku hargai niat mu,  mengunjungi kota penuh kenangan ini.  Di semua tempat perna kita datangi.  Di sana jejak kami mu masih ada.  Belum lama ini ada kata kangen.  Sebagai manusia yang masih menyayangi mu,  persaan ini bertabrakan dengan apa yang ada dalam pikiran mu. 

Aku juga rindu.  Masih rindu,  bahkan rindu setenga mati. 

Lanjut

Hari ini

Masuk pintu gerbang itu lagi!!! Lorong kecil itu ku telusuri yang kesekian kalinya. Perna ku berpikir ini hanya mimpi ternyata bukan mimpi. Harus ku lalui karena hanya ingin menebus dosa ku.

Gerimis bertaburan selama bertahun  di tubuh mu menjadi kebencian. Seolah mimpi yang terbangun hilang  tidak terwujud. Bukan tidak ada penyesalah namun terbentur rasa kasih melebihi maka terlintas  di benak ku terlintas kata “semoga kau bahagia “

 Kini kau menemukan sandaran lebih kokoh untuk bertumpu. Jadikan itu sebagai pijakan akhir mu . Doa ku selalu menyertai mu 

Selamat pagi jogja ku

Kau mengajarkan ku kalau hidup harus sabar menunggu sampai lampu hijau. Ada pilihan untuk simpang ini. Tujuan ku harus sampai lampu terang . Terima kasih karena masih banyak teman yang ku temui disaat ini sehingga mengangkat ku menuju terang di jauh sana.